gejala

Kortikosteroid (Glukokortikoid dan Mineralokortikoid)

Kortikosteroid merupakan salah satu hormon yang dikeluarkan oleh kortek adrenal tetapi tidak termasuk hormon seks. Kortikosteroid dibagi menjadi dua kelompok menurut aktifitas biologisnya, yaitu glukokortikoid yang mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Dan mineralokortikoid yang mempengaruhi pengaturan elektrolit dan keseimbangan air. Kedua jenis kortikosteroid tersebut digunakan secara klinis untuk terapi penggantian hormon, untuk menekan sekresi ACTH, sebagai agen antiradang, dan imunosupresi.

Pada prinsipnya ada tiga mekanisme kerja dari kortikosteroid yang digunakan di dalam terapi dermatologi :

1. Anti Inflamasi

Low back pain (LBP)

Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah termasuk salah satu dari gangguan muskuloskeletal, gangguan psikologis dan akibat dari mobilisasi yang salah. LBP menyebabkan timbulnya rasa pegal atau tidak enak pada daerah lumbal berikut sakrum.

LBP diklasifikasikan kedalam 2 kelompok, yaitu kronik dan akut. LBP akut akan terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu. Sedangkan LBP kronik terjadi dalam waktu 3 bulan. Yang termasuk dalam faktor resiko LBP adalah umur, jenis kelamin, faktor indeks massa tubuh yang meliputi berat badan, tinggi badan, pekerjaan, dan aktivitas / olahraga (Idyan, 2007).

Terjadinya Low Back Pain dapat dihubungkan dengan hal-hal sebagai berikut :

1. Proses degeneratif, meliputi: spondilosis, HNP, stenosis spinalis, osteoartritis.

Gout Disease


Gout adalah penyakit yang disebabkan oleh penumpukan asam urat di sendi pada keadaan hyperuricemia. Peningkatan asam urat atau hyperuricemia terjadi ketika hati memproduksi asam urat berlebihan dan mengeluarkannya dalam jumlah yang sedikit melalui urin, atau ketika diet tinggi makanan yang kaya purin (misalnya, daging merah, saus krim, melinjo) yang akan menghasilkan asam urat berlebihan.

Seiring waktu, asam urat dalam darah mengkristal dan menetap di suatu jaringan, yang menyebabkan tonjolan, peradangan, kekakuan, dan rasa sakit.

Penyebab Gout

Alergi Gluten; Gejala Intoleransi Gluten dan Celiac disease


Celiac disease adalah gangguan autoimun dari usus kecil yang terjadi pada orang yang memiliki faktor predisposisi / kecenderungan secara genetik baik pada anak-anak maupun dewasa, anggota keluarga terdekat yang memiliki alergi gluten akan meningkatkan risiko itu. Gejala termasuk diare kronis, gagal tumbuh (pada anak-anak), dan kelelahan.

Celiac disease disebabkan oleh reaksi untuk gliadin, sebuah prolamin (protein gluten) yang ditemukan dalam gandum, dan protein yang serupa ditemukan di tanaman dari famili Triticeae (termasuk jagung dan gandum hitam).

Syndicate content